protein

Protein

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Segelas susu sapi. Susu sapi merupakan salah satu sumber protein.

Segelas susu sapi. Susu sapi merupakan salah satu sumber protein.

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

[sunting] Struktur

Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH).

Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH).

Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:

  • alpha helix (α-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
  • beta-sheet (β-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
  • beta-turn, (β-turn, “lekukan-beta”); dan
  • gamma-turn, (γ-turn, “lekukan-gamma”).

Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.

Struktur primer dari protein bisa di tentukan dengan beberapa metoda: (a) hidrolisa protein dengan asam kuat (i.e., 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan amino acid analyzer instrumen, (2) sekuen analisa dari N-terminus dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari pencernaan dengan trypsin dan mass spektrometri, dan (4) penentuan molekular mass dengan mass spektrometri.

Struktur sekunder bisa ditentukan dengan meggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatip pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu negatip peak sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari CD spektrum. Di spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa adalah berbeda dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa di estimasi dari IR spektrum.

 

Artikel mengenai biokimia ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya.

Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Protein

Kategori: Rintisan bertopik biokimia | Nut

 

Tanaman transgenik

 


globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Mei 2001

Terbit Bulan Ini; Buku Kumpulan Artikel Psikologi 1

 

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

TANAMAN TRANSGENIK YANG KONTROVERSIAL

Laju perkembangan bioteknologi seakan tak terbendung. Ratusan macam komoditas hasil rekayasa genetika telah berhasil diciptakan, bahkan sebagian besar sudah tersebar ke seantero jagat. Mulai dari tanaman yang berembel-embel Bt yang tahan hama hingga yang toleran herbisida. Sebut saja jagung Bt, kedelai Bt, kentang Bt, kapas Bt. Bahkan sudah merambah ke komoditas lain, mulai dari sayuran hingga ikan dan ternak. Belakangan komoditas dari hasil utak-atik gen itu bikin heboh! Amankah mereka bagi lingkungan maupun kesehatan? Itu yang memancing pro-kontra.

Dua tahun lalu di Edinburgh, Scotlandia, sekelompok aktivis merusak ladang tanaman kanola. Tahun (?) di Maine, tengah malam para penjarah membabat habis 3.000-an tanaman uji coba. Di San Diego, pemrotes merusak tanaman sorgum dan menyemprotkan cat ke dinding rumah kaca. Dalam kasus ini mereka beranggapan semua tanaman itu hasil rekayasa genetika, seperti dilaporkan Scientific American, April 2001.

Di Indonesia, meski tak sampai merusak areal tanaman petani, kalangan aktivis lingkungan dan petani protes keras akan keberadaan tanaman transgenik. Empat lembaga non-pemerintah/LSM (KONPHALINDO, YLKI, PAN Indonesia, dan ICEL) terang-terangan menolak SK Mentan No. 107/Kpts/KB/430/2/2001 tentang Pelepasan Terbatas Kapas Transgenik Bt DP 5690B sebagai Varietas Unggul, dan ditanam di tujuh kabupaten di Sulsel.

Penerbitan SK Mentan itu dinilai sangat tergesa-gesa dan ceroboh. Seharusnya, lebih dulu dilakukan prosedur sesuai Peraturan Pemerintah No. 27/1999 pasal 3 ayat 1 butir f, di mana introduksi jenis hewan atau tanaman baru (kapas Bt) wajib dilakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Meski massa Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) yang berunjuk rasa di Gedung Departemen Pertanian, Jakarta, mendesak pencabutan SK itu dan menolak bibit transgenik, Mentan Bungaran Saragih tetap ngotot mempertahankan SK itu sebelum ada laporan dampak negatifnya.

Sebenarnya, ada apa dengan tanaman transgenik?

“Evolusi hijau” kedua

Keberadaan tanaman transgenik diributkan, tentu bukan tanpa alasan. Tanaman itu merupakan hasil rekayasa gen dengan cara disisipi satu atau sejumlah gen (baca boks “Teknik Membuat ‘Makhluk’ Transegenik”). Gen yang dimasukkan itu – disebut transgene – bisa diisolasi dari tanaman tidak sekerabat atau spesies lain sama sekali. Karena berisi transgene tadi, tanaman itu disebut genetically modified crops (GM crops). Atau, organisme yang mengalami rekayasa genetika (genetically modified organisms, GMOs).

Transgene umumnya diambil dari organisme yang memiliki sifat unggul tertentu. Misal, pada proses membuat jagung Bt tahan hama, pakar bioteknologi memanfaatkan gen bakteri tanah Bacillus thuringiensis (Bt) penghasil racun yang mematikan bagi hama tertentu. Gen Bt ini disisipkan ke rangkaian gen tanaman jagung. Sehingga tanaman resipien (jagung) juga mewarisi sifat toksis bagi hama. Ulat atau hama penggerek jagung Bt akan mati. Bahkan kupu-kupu (Lepidoptera) pengisap nektar bunga jagung bisa koit. Begitu pun racun pada kapas Bt dapat membunuh boll-worm, hama perusak tanaman kapas.

Repotnya, selain efektif melawan hama sasaran, toksin juga teridentifikasi mematikan serangga lain (nontarget). Bila hal ini terjadi, salah satu komponen ekosistem akan musnah, dan keseimbangan alam akan terganggu.

Penelitian di Universitas Cornell oleh entomolog John Losey dan koleganya, menunjukkan hasil, kupu-kupu raja yang memakan serbuk sari jagung Bt tingkat kematiannya tinggi dan pertumbuhan lambat. Serbuk sari jagung transgenik berisi toksin Bt menyebabkan kematian nyaris separuh (44%) dari ulat kupu-kupu raja. Larvanya pun ikutan tewas.

Ilmuwan protanaman GM tetap arogan dan bersikukuh, racun Bt cuma membunuh ulat tertentu, dan tidak mampu membunuh hewan lain maupun manusia yang mengkonsumsi jagung Bt. Jadi, tidak perlu mengkhawatirkan nasib serangga berguna, predator pemangsa ulat, burung atau hewan ternak pemakan daun jagung Bt. Tidak berpengaruh buruk terhadap flora dan fauna dalam tanah dan sekitarnya.

Sebaliknya, ilmuwan Swiss menyimpulkan, tanaman jagung Bt merugikan serangga bermanfaat dan racun Bt terakumulasi dalam tanah sehingga merugikan ekosistem tanah. Juga penanaman secara luas varietas Bt mempercepat terjadi evolusi resisten racun Bt pada hama serangga. Sekali hama menjadi resisten terhadap racun Bt, akan sulit mengefektifkan pengendalian hama secara hayati. Kalau itu terjadi serentak dan meluas, betapa “evolusi hijau” kedua akan terjadi. Tatanan ekosistem dan kelestarian hayati pun akan terganggu.

Dari kacamata lingkungan, menurut Prof. Dr. Hari Hartiko dari PAU Bioteknologi UGM Yogyakarta (Berita Bumi, Juni 2000), pelepasan atau pemanfaatan jenis asing (tanaman rekayasa genetika) di alam terbuka sukar ditangani karena ada kemungkinan penyebaran gen asing (gen yang disisipkan ke dalam tanaman GM) berpindah ke tanaman sekerabat yang liar atau mengubah tatanan spesifik atau sifat unggul tanaman GM itu sendiri. Seperti pada kasus serbuk sari kanola (Brassica napus) penghasil minyak nabati, yang membuahi kerabatnya dan kerabat jauhnya. Di samping ada kemungkinan produk GM dapat mengganggu kesehatan manusia dan ternak.

Lebih lanjut Hari Hartiko khawatir, perpindahan gen dapat juga terjadi pada uji lapangan, meski di lokasi yang sangat terisolasi untuk mencegah terjadi penyerbukan silang. Karena di alam banyak faktor yang berpengaruh, seperti angin, kupu-kupu, kumbang, tawon, dan burung. Tidak ada jaminan serbuk sari tidak berpindah ke kerabat tanaman itu atau gulma sehingga menjadi lebih kuat karena resisten terhadap hama. Jika kerabat dekat tanaman Bt berupa gulma, bisa-bisa menjadi resisten dan sukar dikendalikan.

Terjadinya penyerbukan silang yang akan memindahkan gen-gen asing ke tanaman lain (gulma), bisa memunculkan gulma super yang resisten hama penyakit dan herbisida. Gen-gen pengendali hama yang menyebar ke tanaman liar itu akan melenyapkan secara besar-besaran spesies serangga dan hewan. Persilangan antara tanaman transgenik dengan tanaman liar sangat mungkin terjadi, seperti dilaporkan Rissler dan Mellon, yaitu antara Brassica napa transgenik dengan kerabat liarnya Brassica campestris, Hirscheldia incana, dan Raphanus raphanistrum (Mae-Wan Ho, 1997).

Kekhawatiran terhadap produk GM memunculkan “Surat Terbuka Ilmuwan Dunia kepada Seluruh Pemerintah Dunia”. Surat tertanggal 21 Oktober 1999 itu ditandatangani 136 ilmuwan dari 27 negara. Isinya, antara lain meminta penghentian segera seluruh pelepasan tanaman rekayasa genetika (Genetically Modified Crops) dan juga produk rekayasa gen (Genetically Modified Products). Alasannya, tanaman GM tidak memberikan keuntungan. Hasil panennya secara signifikan rendah dan butuh lebih banyak herbisida. Makin memperkuat monopoli perusahan atas bahan pangan dan memiskinkan petani kecil. Mencegah perubahan mendasar pada upaya pertanian berkelanjutan yang dapat menjamin keamanan pangan dan kesehatan dunia.

Selain itu juga berbahaya terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia dan hewan. Penyebaran horizontal gen penanda (marker genes) yang tahan antibiotika dalam tanaman transgenik dapat mempersulit pengobatan penyakit menular yang mengancam kehidupan, dan penyakit itu kemudian akan meledak dan menyebar ke seluruh dunia.

Temuan terbaru menunjukkan, penyebaran horizontal gen penanda dan DNA transgenik lainnya dapat terjadi, tak hanya melalui sistem pencernaan, melainkan juga lewat saluran pernapasan karena mengirup serbuk sari atau debu. Cauliflower mosaic viral promoter yang banyak digunakan dalam tanaman transgenik dapat meningkatkan transfer gen secara horisontal dan berpotensi menghasilkan virus baru yang menyebarkan penyakit baru (Berita Bumi, Oktober 1999).

Sudah begitu jelas, kelompok pro-GM tetap bersikeras, tanaman GM dan produk olahannya aman dan menguntungkan. Pejuang produk biotekno terobsesi memasyarakatkan produk transgenik. Pertengahan 1990-an, pelaku agribisnis mulai mempromosikan benih tanaman GM yang diklaim mengurangi pemakaian pestisida dan ramah lingkungan. Entah itu jagung Bt, kapas Bt, dan kedelai Bt, kanola yang tahan hama dan toleran herbisida.

Tanaman GM tahan hama, menurut penganjurnya, punya keuntungan ganda. Karena dengan disisipi gen bakteri tanah Bt, sel tanaman akan menghasilkan crystalline (Cry) protein yang bersifat toksik terhadap hama serangga tertentu. Terutana ulat bulu dan hama penggerek yang menggerogoti tanaman Bt, tapi tidak berbahaya bagi organisme lain.

Jagung Bt hingga golden rice

Tanaman transgenik, menurut Clive James dari International Service untuk Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA), mulai ditanam secara komersial di Cina, lewat jenis tembakau, tahun 1992. Pada 1994 tomat lambat matang (awet segar) FlavrSavr menjadi produk GM pertama yang ditanam untuk dipasarkan di AS. Sejak itu, areal berbagai jenis tanaman GM melonjak. Tahun 2000, melonjak sampai 11% (setara 4,3 juta ha), dan areal tanaman GM seluruhnya 44,2 juta ha (Scientific American, April 2001).

Dari total 44,2 juta ha, 33,5 juta ha ada di negara industri, dan 10,7 juta ha di negara berkembang. AS sebagai negara produsen tanaman GM terbesar (68% dari total areal GM dunia), terdiri atas tanaman kedelai, jagung, kapas, dan kanola transgenik. Argentina (23%, meliputi kedelai, jagung, dan kapas transgenik), Kanada (7%, kedelai, jagung, dan kanola transgenik), Cina (1%, tanaman kapas transgenik). Negara lainnya (1%), meliputi Afrika Selatan (jagung dan kapas GM), Australia (kapas GM), Rumania (kedelai dan kentang GM), Meksiko (kapas GM), Bulgaria (jagung GM), Spanyol (jagung GM), Jerman (jagung GM), Prancis (jagung GM), Uruguai (kedelai GM). Sementara di negara Asia belum tercatat.

Dewasa ini ada lebih dari ratusan produk bioteknologi modern, dan lebih dari seratus produk pertanian pangan telah dipasarkan (US FDA, Center for Food Safety and Appiled Nutrition, CFS-AN handout: 1995 dalam Berita Bumi, Desember 2000). Petani pun tinggal pilih, mau varietas yang toleran herbisida, tahan hama, atau yang tahan penyakit. Jumlah tanaman transgenik diprediksi meningkat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Jenis yang banyak diperkenalkan mulanya jagung, kedelai, kapas, dan kentang, kemudian disusul tanaman buah, sayuran, dan pakan ternak. Kentang Bt NewLeaf dari Monsanto diperkenalkan tahun 1996, dirancang tahan hama penggerek kentang (colorado potato beetle, CPB). Varietas kentang tahan virus dirilis tahun 1998, yang disisipi Bt tahan potato leafroll virus dan potato virus Y (mosaic).

Varietas tanaman pakan ternak alfalfa Bt ditanam secara terbatas tahun 1997, dirancang tahan potato leafhopper. Varietas labu tahan cucumber mosaic virus, zucchini yellow virus, dan water melon mosaic virus, ditanam tahun 1997 dan 1998. Kanola Liberty (glufosinate) Link yang terdaftar di Kanada, muncul pertama kali di AS tahun 1998 – 1999, diikuti padi (2000) dan gula bit (2001). Sebagian dari tanaman yang direkayasa tahan herbisida (glyphosate) – gandum, gula bit, selada dan kentang – mulai tersedia tahun 2000.

Untuk tahun 2000, kedelai, jagung, kapas, dan kanola GM masih yang paling dominan. Areal tanamnya mencapai 16% dari 271 juta ha areal tanaman empat komoditas itu (GM dan konvensional). Luas areal tanaman jagung keseluruhan 140 juta ha (7%-nya jagung GM), kedelai 72 juta ha (36% kedelai GM), kapas 34 juta ha (16% kapas GM), dan kanola 25 juta ha (11% kanola GM). Tahun 2000, area tanam seluruh dunia untuk varietas transgenik naik 11% dibandingkan dengan area tanam 1999.

Area kedelai 58% dari total area GM (26,64 juta ha), jagung 23% (10,27 juta ha), kapas 12% (5,3 juta ha), dan kanola 6% (2,65 juta ha). Keempat tanaman GM itu toleran herbisida (74%), tahan hama (19%), atau kombinasi keduanya (7%).

Di Indonesia, meski tidak tercatat sebagai produsen tanaman GM, kenyataannya beberapa jenis komoditas transgenik sudah tumbuh di Tanah Air. Sejak diterbitkan SK Mentan (No. 856/Kpts/HK330/9/1997), menurut Hari Hartiko dalam Berita Bumi (12/2000), di Indonesia sudah ditanam 10 tanaman transgenik, antara lain jagung (4 jenis), kacang tanah, kapas (2 macam), kakao, kedelai, padi, tebu, tembakau, ubi jalar, dan kentang.

Uji coba lapangan tanaman transgenik di Indonesia terkesan ditutup-tutupi. Buktinya, sedikit pihak yang mengetahui bahwa PT Monagro Kimia (anak perusahaan Monsanto) sudah melakukan uji coba lapangan untuk jagung Bt di Jombang, Malang, dan Sulawesi Selatan (Berita Bumi, Oktober 1999). Bahkan, pihak Litbang Deptan mengakui, saat ini ada 20 lokasi uji coba tanaman transgenik tersebar di Indonesia. Ada kapas Bt, jagung Bt, kapas, jagung, dan kedelai tahan herbisida. Sejauh ini pengujian tanaman transgenik oleh Deptan masih terbatas pada pengamatan secara fisik.

Selain keempat komoditas utama (jagung, kedelai, kapas, dan kanola), di dunia ini sudah beredar tanaman transgenik lain, meski masih relatif sedikit jumlahnya. Ada kentang, labu, pepaya, melon, tomat, dan tanaman yang direkayasa agar tahan virus, awet segar, dan bernilai gizi tinggi. Belum lagi produk rekayasa gen yang kini baru diciptakan atau masih diteliti di berbagai lab dengan macam-macam target pula.

Misal, baru-baru ini di Hawaii berhasil diciptakan varietas pepaya transgenik UH Rainbow tahan terhadap virus ringspot. Di AS diteliti tomat transgenik dengan target memperbaiki kadar nutrisi dan menunda kematangan tomat (supaya tak cepat membusuk). Untuk kanola penghasil oilseed, penelitian terfokus pada perbaikan mutu nutrisi kanola dengan mempertinggi kadar vitamin E atau memodifikasi keseimbangan asam lemak.

Sementara peneliti Swiss dan Jerman, seperti diungkap dalam postnet.com, merekayasa beras penghasil betakaroten, pro-vitamin A. Caranya, dengan menyisipkan dua gen dari jenis bunga bakung dan satu gen dari spesies bakteri ke tanaman padi. Untuk meningkatkan kadar zat besi, ditambahkan gen tanaman buncis. Percobaan “golden rice” ini masih terus berjalan dan akan berlangsung hingga 2003. Sementara itu IRRI telah melakukan uji lapangan perdana bagi tanaman GM tahan penyakit karena bakteri.

Tidak ketinggalan, pisang direkayasa untuk menghasilkan vaksin yang dapat dimakan untuk melawan penyakit infeksi. Baru-baru ini dilakukan evaluasi terhadap produk pisang transegenik berisi virus non-aktif (dilemahkan) penyebab kolera, hepatitis B, dan diare (colostate.edu).

Sayuran yang ditingkatkan nilainya meliputi tomat GM yang dikembangkan Zeneca dan Petoseed sebagai tomat berdaging tebal. Peneliti di Rutgers University melakukan uji tanam terung Bt tahan CPB (colorado potato beetle).

Di Indonesia pun pengembangan tanaman transgenik kini masih dilakukan, terutama di tingkat litbang (Deptan, Batan, LIPI, dan BPPT). Komoditasnya meliputi produk dari luar negeri dan produk dalam negeri.

Waspadai makanan olahan

Pengapalan produk pertanian AS ke luar negeri tahun 1998 perlu dicermati. Sebab, bukan rahasia lagi, separuh dari komoditas kedelai dan sepertiga jagung AS jelas-jelas hasil rekayasa gen. Di AS diperkirakan, sekitar 60% dari makanan olahan di pasar swalayan – mulai dari sereal untuk sarapan hingga softdrink – berisi bahan GM, terutama yang berbahan kedelai, jagung, atau kanola. Begitu pula sayuran segar merupakan produk GM. Produk makanan dari bahan transgenik juga dipasarkan di beberapa negara (Scientific American, April 2001).

Lain dengan di Amerika, masyarakat Uni Eropa jauh-jauh hari mengharuskan produk transgenik berlabel. Bukan rahasia lagi, produk transgenik tidak populer di Eropa. Bahkan terhadap produk GM, sejumlah negara Eropa khawatir, bahkan melarang (membatasi) penanaman dan mengimpor makanan “terkontaminasi” tanaman GM (dijuluki “frankenfood“). Sikap skeptis Eropa didasari oleh tiga hal, yakni manipulasi gen bertentangan dengan kodrat alami dan tidak etis, hasilnya berbahaya bagi manusia, dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Belakangan, fobia makanan produk hi-tech juga melanda Jepang. Pemerintah Jepang mewajibkan pelabelan pada 28 produk yang mengandung makanan rekayasa genetika. Para pembuat tahu di Jepang menanggapi kekhawatiran masyarakat dengan beralih ke kedelai non-transgenik sehingga membingungkan nasib 500.000 ton kedelai impor yang kebanyakan dari AS.

Sebaliknya, pihak produsen (Novartis) tetap menyatakan makanan rekayasa gen aman. Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan, strain baru tidak perlu pelabelan khusus karena tidak ada bedanya dengan hibrida hasil persilangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun setuju makanan hasil rekayasa genetika.

Jangan-jangan tahu dan tempe yang hadir di meja makan kita, juga termasuk produk olahan dari kedelai transgenik. Mengingat bahan bakunya berupa kedelai yang diimpor dari AS, yang jelas-jelas 50% produknya memang transgenik.

Bila benar berdampak buruk pada lingkungan, ekosistem, kesehatan manusia dan hewan, sebandingkah keunggulan produk GM yang digembar-gemborkan? Apa pun risikonya, kita harus ekstra hati-hati dan cermat, sebelum menerima dan menyebarluaskannya. (A. Hery Suyono)

Baca juga: Ikan, Ternak dan Kayu Transgenik

Teknik Membuat “Makhluk” Transgenik

 

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

 

 

radioaktif

Radioaktif

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Radioaktif berhubungan dengan pemancaran partikel dari sebuah inti atom.

Istilah radioaktif dan radioaktivitas dapat juga dihubungkan dengan:

 

Ini adalah halaman disambiguasi — suatu bantuan navigasi untuk mengarahkan Anda ke artikel yang tepat, di antara beberapa artikel yang mempunyai judul yang sama namun membahas topik berbeda-beda. Jika Anda mencapai halaman ini melalui pranala dari artikel lain, ada baiknya Anda kembali ke artikel tersebut dan memperbaiki pranalanya agar langsung menuju artikel yang tepat.

 

Matahari

Matahari

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk pengertian lain dari Matahari, lihat Matahari (disambiguasi).

Matahari

Matahari

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.

Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.

Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.

Daftar isi

[sembunyikan]

// [sunting] Jarak matahari dengan Bumi

Jarak matahari ke bumi adalah 93.000.000 mil. Jarak ini dipakai sebagai satuan astronomi. Satu satuan astronomi (Astronomical Unit = AU) adalah 93 juta mil = 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kali diameter Bumi. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Cahaya matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke Bumi dan cahaya matahari yang terang ini dapat mengakibatkan siapapun yang memandang terus kepada matahari menjadi buta.

[sunting] Suhu

Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6000 derajat Celsius namun ada juga yang menyebutkan suhu permukaan sebesar 5500 derajat Celsius. Jenis batuan atau logam apapun yang ada di Bumi ini akan lebur pada suhu setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius. Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas. Ahli lain, Dr Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi nuklir yang disebut reaksi hidrogen helium sintetis.

[sunting] Perputaran Matahari

Matahari berputar 25,04 hari bumi setiap putaran dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi. Terdapat julangan gas teramat panas yang dapat mencapai hingga 100.000 kilometer ke angkasa. Semburan matahari ‘sun flare’ ini dapat mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, TV dan radar di Bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak terlindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar infra-merah, sinar-X, dan angin matahari yang merebak ke seluruh tata surya.

Bumi terlindungi daripada angin matahari oleh medan magnet bumi, sementara lapisan ozon pula melindungi Bumi daripada sinar ultra-violet dan sinar infra-merah. Terdapat bintik matahari yang muncul dari masa ke masa pada matahari yang disebabkan oleh perbedaan suhu di permukaan matahari. Bintik matahari itu menandakan kawasan yang “kurang panas” berbanding kawasan lain dan mencapai keluasan melebihi ukuran Bumi. Kadang-kala peredaran Bulan mengelilingi bumi menghalangi sinaran matahari yang sampai ke Bumi, oleh itu mengakibatkan terjadinya gerhana matahari.

[sunting] Manfaat matahari

  • Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis, dan banyak hal lainnya.
  • Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
  • Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya. Tanpa matahari, sulit membayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

[sunting] Pustaka

  • Darmodjo & Kaligis, Ilmu Alamiah Dasar, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta, 2004

Tata surya

Eight Planets.png

Planet: MerkuriusVenusBumiMarsYupiterSaturnusUranusNeptunus

Planet katai: CeresPlutoEris (planet katai)

Bintang: MatahariAlpha CentauriSirius

Satelit: Bulan

Benda-benda langit lainnya: Sabuk asteroidMeteoroidKometSabuk KuiperPiringan tersebarAwan Oort90377 Sedna

 

Artikel mengenai astronomi ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya.

Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari

Kategori: Rintisan bertopik astronomi | Tata

 

tembaga

Tembaga

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Lompat ke: navigasi, gelintar

29

nikeltembagazink

-

Cu

Ag

Jadual berkala

Umum

Nama, Simbol, Nombor

tembaga, Cu, 29

Siri kimia

logam peralihan

Kumpulan, Kala, Blok

11, 4, d

Rupa

logam merah jambu

Jisim atom

63.546(3) g/mol

Konfigurasi elektron

[Ar] 3d10 4s1

Bilangan elektron per petala

2, 8, 18, 1

Sifat fizikal

Keadaan

pepejal

Ketumpatan (sekitar suhu bilik)

8.96 g/cm³

Ketumpatan cecair pada takat lebur

8.02 g/cm³

Takat lebur

1357.77 K
(1084.62 °C, 1984.32 °F)

Takat didih

2835 K

(2562 °C, 4643 °F)

Haba pelakuran

13.26 kJ/mol

Haba pengewapan

300.4 kJ/mol

Muatan haba

(25 °C) 24.440 J/(mol·K)

Tekanan wap

P/Pa

1

10

100

1 k

10 k

100 k

pada T/K

1509

1661

1850

2089

2404

2836

Sifat atom

Struktur hablur

kubus berpusat muka

Keadaan pengoksidaan

2, 1
(oksida bes lemah)

Keelektronegatifan

1.90 (skala Pauling)

Tenaga pengionan

pertama: 745.5 kJ/mol

kedua: 1957.9 kJ/mol

ketiga: 3555 kJ/mol

Jejari atom

135 pm

Jejari atom (kiraan)

145 pm

Jejari kovalen

138 pm

Jejari Van der Waals

140 pm

Lain-lain

Sifat kemagnetan

diamagnet

Rintangan elektrik

(20 °C) 16.78 nΩ·m

Kekonduksian terma

(300 K) 401 W/(m·K)

Pengembangan terma

(25 °C) 16.5 µm/(m·K)

Kelajuan bunyi (rod halus)

(suhu bilik) (disepuh lindap)
3810 m/s

Modulus Young

130 GPa

Modulus ricih

48 GPa

Modulus pukal

140 GPa

Nisbah Poisson

0.34

Skala kekerasan Mohs

3.0

Kekerasan Vickers

369 MPa

Kekerasan Brinell

874 MPa

Nombor CAS

7440-50-8

Isotop

iso

NA

separuh hayat

DM

DE (MeV)

DP

63Cu

69.17%

Cu stabil dengan 34 neutron

65Cu

30.83%

Cu stabil dengan 36 neutron

Rujukan

Tembaga ketika sedikit melepasi takat leburnya mengekalkan warna kilauan merah jambu apabila cahaya yang mencukupi (dalam kes ini daripada denyar atau pancaran kamera) dipancarkan ke atas warna pijar jingganya.

Tembaga ketika sedikit melepasi takat leburnya mengekalkan warna kilauan merah jambu apabila cahaya yang mencukupi (dalam kes ini daripada denyar atau pancaran kamera) dipancarkan ke atas warna pijar jingganya.

Tembaga wujud sebagai bahan yang memiliki ikatan logam, menyebabkannya mempunyai beraneka jenis sifat-sifat kelogaman

Tembaga wujud sebagai bahan yang memiliki ikatan logam, menyebabkannya mempunyai beraneka jenis sifat-sifat kelogaman

Imej:Minneapolis City Hall.JPG

Atap tembaga pada Dewan Bandaraya Minneapolis

Jongkong tembaga kuno daripada Zakros, Crete dibentuk seperti kulit binatang yang memang menjadi kelaziman pada zaman tersebut.

Jongkong tembaga kuno daripada Zakros, Crete dibentuk seperti kulit binatang yang memang menjadi kelaziman pada zaman tersebut.

Simbol ahli alkimia bagi tembaga

Simbol ahli alkimia bagi tembaga

Tembaga (daripada Bahasa Sanskrit: tàmra) atau kuprum (L.: Cuprum) adalah unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Cu dan nombor atom 29. Ia merupakan logam mulur yang mempunyai kekonduksian elektrik yang sangat baik, dan digunakan secara meluas sebagai pengalir elektrik, bahan pembinaan, dan sebagai juzuk sesetengah aloi.

Senarai kandungan

[tutup]

// [sunting] Sifat-sifat utama

Tembaga adalah logam kemerahan, dengan kekonduksian elektrik dan kekonduksian haba yang tinggi (antara semua logam-logam tulen dalam suhu bilik, hanya perak mempunyai kekonduksian elektrik yang lebih tinggi daripadanya). Apabila dioksidakan, tembaga adalah bes lemah. Tembaga memiliki ciri warnanya itu oleh sebab struktur jalurnya, iaitu ia memantulkan cahaya merah dan jingga dan menyerap frekuensi-frekuensi lain dalam spektrum tampak. Bandingkan ciri-ciri optik ini dengan ciri-ciri optik perak, emas dan aluminium.

Tembaga terletak dalam keluarga yang sama seperti perak dan emas dalam jadual berkala, oleh itu ia mempunyai sifat-sifat yang serupa dengan kedua-dua logam itu. Kesemuanya mempunyai kekonduksian elektrik dan haba yang tinggi. Kesemua adalah logam yang mudah tertempa. Dalam keadaan cecair, suatu permukaan jelas (apabila tiada cahaya sekitar) logam itu kelihatan agak kehijauan, dan begitu juga dengan emas. Perak tidak memiliki sifat ini, maka ia bukan merupakan warna pelengkap untuk warna pijar jingga. Apabila tembaga lebur berada dalam keadaan cahaya terang, kita dapat melihat kilau merah jambunya. Logam lebur tembaga tidak membasahkan permukaan dan mempunyai tegangan permukaan yang sangat kuat dan membentuk titisan hampir sfera apabila dituangkan atas suatu permukaan.

Tembaga tidak larut dalam air (H2O) dan isopropanol, atau isopropil alkohol.

Terdapatnya dua isotop stabil, 63Cu dan 65Cu, dan berpuluhan jenis radioisotop. Kebanyakan radioisotop-radioisotop ini mempunyai separuh hayat pada tertib minit atau kurang daripada itu; dan yang mempunyai hayat terpanjang, 64Cu, mempunyai separah hayat selama 12.7 jam, dengan dua mod reputan, menjurus kepada dua hasil yang berbeza.

Terdapat sebilangan jenis aloi tembaga—logam spekulum adalah aloi tembaga/timah, loyang adalah aloi tembaga/zink, dan gangsa adalah aloi tembaga/timah. Logam monel merupakan aloi tembaga/nikel, dan juga dipanggil kupronikel. Sementara gangsa biasanya merujuk kepada aloi tembaga/timah, ia juga merupakan istilah umum bagi bermacam-macam jenis aloi tembaga, contohnya gangsa aluminium, gangsa silikon, dan gangsa mangan.

Ketulenan tembaga dinyatakan sebagai 4N bagi yang mempunyai ketulenan 99.9999% dan 7N bagi 99.9999999%. Angka menunjukkan bilangan nombor sembilan selepas titik perpuluhan.

[sunting] Penggunaan

Tembaga adalah boleh tempa dan mulur, pengalir haba yang baik, dan apabila sangat tulen, merupakan pengalir elektrik yang baik.

Ia digunakan secara meluas, dalam hasil keluaran seperti:

  • Barang keluaran rumah:
    • Kerja paip menggunakan tembaga.
    • Tombol pintu dan lekapan-lekapan lain dalam rumah.
    • Pengatapan, peparitan, pemancut air dalam bangunan.
    • Perkakas memasak, seperti kuali leper.
    • Kebanyakan kutleri (pisau, garpu, sudu) mengandungi sedikit tembaga (perak nikel).
    • Perak sterling, sekiranya digunakan sebagai peralatan makan malam, akan mengandungi beberapa peratus tembaga.
    • Tembaga kadang kala digunakan oleh orang Inuit untuk membuat bilah pemotong untuk ulu.
  • Pensyilingan:
    • Sebagai juzuk dalam duit syiling, biasanya dalam bentuk aloi kupronikel.
    • Duit syiling Malaysia yang bernilai 50 sen, 20 sen, 10 sen dan 5 sen mengandungi komposisi 75% tembaga dan 25% nikel. Duit syiling RM 1 yang tidak lagi diedarkan mengandungi komposisi 84% tembaga, 12% zink dan 4% timah.
    • Syiling Euro terdiri daripada bermacam jenis aloi tembaga
  • Penggunaan dalam bidang bioperubatan:
    • Sebagai permukaan biostatik dalam hospital, dan untuk melapik bahagian-bahagian dalam kapal laut untuk melindunginya daripada teritip dan kupang, pada asalnya digunakan dalam keadaan tulen, tetapi telah digantikan dengan logam Muntz. Bakteria tidak dapat tumbuh pada permukaan tembaga kerana ia adalah biostatik. Tombol pintu tembaga digunakan oleh pihak hospital untuk mengurangkan penyebaran penyakit, dan penyebaran Penyakit Legion disekat dengan menggunakan tiub tembaga dalam sistem penghawa udara.
    • Kuprum(II) sulfat digunakan sebagai racun kulat dan pengawal alga dalam tasik dan kolam perumahan. Ia digunakan dalam serbuk dan semburan kebun untuk membunuh kulapuk.
  • Penggunaan dalam bidang kimia:
    • Sebatian, contohnya larutan Fehling, mempunyai kegunaan dalam bidang kimia.
    • Sebagai juzuk dalam sepuh seramik, dan untuk mewarnakan kaca.

 

Tembaga

tembaga.doc

gALLerY pHoTo’S

gUeSt boOk

bUkU ini bErGunA uNtUk mencAtumkaN kRtiK-KriTik aTau sArAn..

(jAnGan Lupa yA..><..)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.